REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moergiarso menegaskan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah pada Jumat (29/8/2025) merupakan respons wajar pasar.
"Kalau melihat perkembangan hari ini, memang terjadi pelemahan IHSG maupun rupiah kita. Saya kira ini respon yang wajar, karena faktor stabilitas menjadi penting untuk para investor," kata Susiwijono kepada wartawan di Jakarta, Jumat (29/7/2025).
Ia menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar masyarakat tetap tenang. "Tadi Bapak Presiden sudah menyampaikan pernyataan resmi, yang meminta agar masyarakat tetap tenang, dan mempercayakan penuh kepada pemerintah yang akan berbuat yang terbaik untuk menjaga semuanya," ujarnya.
Susiwijono menambahkan, pemerintah berharap kondisi tetap kondusif sehingga tidak menekan pertumbuhan ekonomi lebih jauh. "Kita berharap, ini akan berdampak positif dan perkembangan situasi di lapangan bisa terkendali dan kondusif, sehingga tidak berdampak lebih lanjut ke ekonomi kita," ucapnya.
Ia menegaskan target pertumbuhan kuartal III masih dijaga lebih tinggi. "Sesuai target kita, pertumbuhan ekonomi di kuartal III kita targetkan lebih tinggi, dan waktunya tinggal sebulan lagi (September ini), sehingga kita akan memastikan berbagai program stimulus ekonomi berjalan dan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di kuartal tiga," ujar dia.
IHSG tercatat turun 2,27 persen ke level 7.771,28 pada penutupan sesi I perdagangan Jumat. Pada akhir perdagangan, IHSG ditutup melemah 121,59 poin atau 1,53 persen ke posisi 7.830,49. Sebanyak 610 saham turun, hanya 122 naik, dan 70 stagnan.
Sektor barang konsumen siklikal tercatat menjadi yang paling dalam terkoreksi, turun 3,06 persen, disusul sektor infrastruktur 2,27 persen dan teknologi 2,25 persen. Hanya sektor perindustrian yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,73 persen.