Liputan6.com, Jakarta Kasus keracunan yang diduga karena Makan Bergizi Gratis (MBG) menimpa para siswa dan beberapa guru di Kabupaten Lebong, Bengkulu.
Pada Kamis, 28 Agustus 2025 siang, jumlahnya sebanyak 344 orang mengalami keracunan. Rinciannya, 341 pelajar dan 3 orang guru.
Terkait kasus ini, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan rasa prihatin.
“Prihatin untuk yang sakit,” kata Dadan kepada wartawan, Kamis (28/8/2025).
Dia juga menyampaikan bahwa korban keracunan telah ditangani, sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dihentikan sementara.
“Yang sakit ditangani, SPPG berhenti sementara untuk pembenahan,” ujarnya.
Sebelumnya, dilaporkan bahwa 304 pelajar dan 3 orang guru menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Lebong, 11 di antaranya dirawat di Unit Gawat Darurat (IGD).
Sementara 32 pelajar dirawat di Puskesmas Semelako, 23 di antaranya harus dirawat inap dan 9 lain menjalani rawat jalan. Satu pelajar lagi di Puskesmas Muara Aman dan 3 di Puskesmas Leumepit kecamatan Lebong Sakti.
Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menegaskan kejadian ini menjadi perhatian serius pemerintah Provinsi Bengkulu. Dia memastikan dapur MBG yang diduga menjadi penyebab keracunan telah ditutup sementara untuk kepentingan penyelidikan.
“Untuk sementara, pengelola dapur MBG ini dihentikan dan diinvestigasi dulu. Ada kelemahan di mana, itu nanti ranah aparat penegak hukum (APH) dan tim investigasi MBG. Titik tekan Pemprov saat ini bagaimana anak-anak bisa sembuh, karena ini musibah yang harus kita tangani serius,” ujar Mian saat melakukan tinjauan langsung ke Kabupaten Lebong, Kamis (28/8) mengutip News Liputan6.com.
Ratusan murid SD dan TK di Kecamatan Lebong Tengah, Kabupaten Lebong, Bengkulu, dibawa ke rumah sakit diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan bergizi gratis yang disediakan pihak sekolah.